Jumat, 22 Agustus 2008

Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial


Robert MZ Lawang; Gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial oarang yang dianutnya


Theodorson; Sesuatu yang abstrak dan dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku


Woods; Petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan


A.W Green; Kesadaran secara relative berlangsung disertai emosi terhadap objek dan ide perorangan



Ciri - ciri Nilai Sosial

  1. Tercipta sebagai hasil interaksi antar warga masyarakat

  2. Disebarkan, diturunkan antar warga bukan bawaan sejak lahir

  3. Terbentuk melalui sosialisasi, internalisasi, akulturasi, difusi dst

  4. Bervariasi/berbeda pada tiap kelompok

  5. Usaha pemenuhan kebutuhan sosial

  6. Cendrung berkaitan satu dengan lainnya

  7. Mempengaruhi kepentingan individu

  8. Memiliki pengaruh/efek/dampak berbeda antar warga

Fungsi Nilai Sosial

  1. Seperangkat alat untuk menetapkan harga sosial

  2. Mengarah pada masyarakat untuk berfikir dan berperilaku

  3. Penentu terakhir bagti manusia untuk pemenuhan kebutuhan dengan memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan

  4. Alat solidaritas dalam masyarakat

  5. Alat pengawas/kontrol dengan daya tekan dan mengikat


PEMBAGIAN NILAI SOSIAL

Menurut Prof. DR. Notonegoro

  1. Nilai Material; sesuatu yang berguna bagi unsur fisik. Contoh : sandang, pangan dan papan
  2. Nilai Vital; sesuatu yang berguna dalam kegiatan/aktivitas tertentu. Contoh : baju olah raga saat kegiatan olah raga
  3. Nilai Kerohanian; sesuatu yang berguna bagi batin/nurani manusia. Contoh : akal, estetika, religi

Menurut Bentuk dan Wujud

  1. Nilai material/jasmani; nilai konkret. Contoh : jembatan, gedung, alat elektronik
  2. Nilai immaterial/rohani; nilai abstrak. Contoh : idiologi, politik dan religi

Menurut Cirinya

  1. Nilai dominan/penting; banyak orang yang menganutnya, lamanya orang menganut nilai itu, tinggi rendah usaha mencapainya, prestise/kebanggaan orang menggunakan nilai itu
  2. Nilai mendarah daging/internalized value; nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan seseorang. Bila dilanggar akan merasa bersalah/kecewa. Contoh : seorang ayah yang tidak berhasil menyelamatkan anaknya yang hanyut di sungai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar